Ada
yang pernah bilang
Kalau
kita hidup hanya untuk main-main
Tak
lebih dan tak kurang
Cukup
main-main
Kau
percaya?
Aku
tidak sepenuhnya
Ok,
Memang
kita hanya bermain
Untuk
akhirnya mencapai kehidupan yang sebenarnya,
Kehidupan
kekalabadi dinamai akhirat
Kita
bermain,
Mengumpulkan
poin sebanyak-banyaknya
Pernah
nonton spy kid?
Betapa
kerasnya perjuangan Spy Kid-Spy Kid
Untuk
memperoleh point tertinggi
Bertahan,
Demi
hidup.
Bertahan,
Demi
keberadaan jiwa.
Poin
demi poin dkumpulkan.
Tapi
tunggu dulu,
Point
yang mana ini?
Poin
bonus nilai atau poin pelanggaran?
Hm,
Kenapa?
Merasa
tersindir? (Oh,belum?dasar ga peka!;P)
Aku
percaya pada yang namanya perubahan
Bahkan
keajaiban,
Aku
mempercayainya.
Dan
inilah yang terjadi.
Perubahan
yang drastis
Melihat
banyaknya manusia mengumpulkan poin,
Tidak
lagi peduli pada bonus nilai,
Tidak
peduli lagi pada surga, atau lupa peduli ya?
Lebih
dari itu,
tidak
peduli lagi pada ‘Sang Progammer’ (maap kalo ga sopan Ya Tuhan…) permainan ini,
ya,
tidak
peduli lagi pada permainan ini, sama sekali tidak!
Iming-iming
bonus seperti apapun hanya untuk bahan tertawaan mereka.
Hm,
mereka tega sekali menertawakan
Surga,
dengan segala keajaiban yang kita tak pernah sanggup membayangkan
Nabi
Muhammad SAW, dengan syafaat yang seharusnya kita butuh+inginkan]
Malaikat,
dengan segala kepatuhannya pada Sang Pencipta
Terlebih,
mereka menertawakan
D
I A . . . . .(aku hampir tak sanggup menulisnya),
DIA,
dengan segala ‘segalaNya’ (entahlah apa yang bisa menuliskan KeagunganNya)
Ya
Tuhan,
Mereka
hanya terdiam sedetik, dan kemudian meneruskan gelak tawanya, ketika disebut…
Neraka,
dengan segala kengeriannya yang tak bisa dibayangkan
Setan,
dengan segala kemampuan canggih ‘flirting’nya
Aku
tak ingin menuding siapa mereka,
Tak
berani lebih tepatnya,
Karena…
Bukankah
aku sendiri bisa masuk dalam ‘mereka’?
Tuhanku
yang tak pernah berhenti memberi keajaiban….
Jika
makhlukMu yang hina ini boleh memohon,
Tolong
Tuhan…Lindungi ayah, Ibu, keluargaku, teman-temanku, semua umatMu di dunia,
dan…jangan lupa Lindungi aku ya…aku mohon dengan setulusnya, Tuhanku sayang…