Archive for August, 2006

elang

Wednesday, August 30th, 2006

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Elang…

Hm,

Entah
kenapa dari dulu suka sekali sama elang : )

Ada
alasannya, ada filosofinya,

Tapi
bukan ada untuk kalian (hehe…)

Karena…

“there
are sumthin in da world that no need any explanation’

So…

Still..

Need
not to know  : )

wah, sudah pagi!

Thursday, August 17th, 2006

Wah, sudah pagi.
Pukul 2 tepat.
Hm,
Sedang dimabuk lagunya westlife,
Sedang dihangatkan secangkir kopi panas yang sepertinya kebanyakan krimer ini…
Sedang ingin menulis,
Sedang memikirkan banyak hal,
Sedang menatap cover ‘Wicker Park’ yang baru saja selesai ditonton,
Memang benar kata seorang teman, film ini bagus.
Kalau bahasa friendster, It’s complicated!
Josh Hartnett keren lagi di situ…cara bicaranya…rambutnya…hehehe…

Ya, sedang bernafas perlahan, satu-satu,
(takut membangunkan, dengerin westlife-nya aja pake headset, jadi bisa sekeras-kerasnya sampai bikin telinga pecah, hehehe…tau ni, kangen banget sama westlife : ) )
Ya, sedang di sini,
Diterangi monitor komputer yang tetap setia menyala,
Menunggu diriku terlelap atau ketiduran di depannya.
Betapa nikmatnya malam…
Yang selalu saja dengan pesona…
Ya, Aku terpesona pada malam…!
Baiklah, aku terpesona pada kebesaran-Nya : )

Well friends,
Aku lapar, mau buat mie instant dulu…
Hm, udah kebayang segernya…
See ya!

menertawakan kesucian?

Monday, August 14th, 2006

Ada

yang pernah bilang

Kalau
kita hidup hanya untuk main-main

Tak
lebih dan tak kurang

Cukup
main-main

Kau
percaya?

Aku
tidak sepenuhnya

Ok,

Memang
kita hanya bermain

Untuk
akhirnya mencapai kehidupan yang sebenarnya,

Kehidupan
kekalabadi dinamai akhirat

Kita
bermain,

Mengumpulkan
poin sebanyak-banyaknya

Pernah
nonton spy kid?

Betapa
kerasnya perjuangan Spy Kid-Spy Kid

Untuk
memperoleh point tertinggi

Bertahan,

Demi
hidup.

Bertahan,

Demi
keberadaan jiwa.

Poin
demi poin dkumpulkan.

Tapi
tunggu dulu,

Point
yang mana ini?

Poin
bonus nilai atau poin pelanggaran?

Hm,

Kenapa?

Merasa
tersindir? (Oh,belum?dasar ga peka!;P)

Aku
percaya pada yang namanya perubahan

Bahkan
keajaiban,

Aku
mempercayainya.

Dan
inilah yang terjadi.

Perubahan
yang drastis

Melihat
banyaknya manusia mengumpulkan poin,

Tidak
lagi peduli pada bonus nilai,

Tidak
peduli lagi pada surga, atau lupa peduli ya?

Lebih
dari itu,

tidak
peduli lagi pada ‘Sang Progammer’ (maap kalo ga sopan Ya Tuhan…) permainan ini,

ya,

tidak
peduli lagi pada permainan ini, sama sekali tidak!

Iming-iming
bonus seperti apapun hanya untuk bahan tertawaan mereka.

Hm,
mereka tega sekali menertawakan

Surga,
dengan segala keajaiban yang kita tak pernah sanggup membayangkan

Nabi
Muhammad SAW, dengan syafaat yang seharusnya kita butuh+inginkan]

Malaikat,
dengan segala kepatuhannya pada Sang Pencipta

Terlebih,
mereka menertawakan

D
I A . . . . .(aku hampir tak sanggup menulisnya),

DIA,
dengan segala ‘segalaNya’ (entahlah apa yang bisa menuliskan KeagunganNya)  

Ya
Tuhan,

Mereka
hanya terdiam sedetik, dan kemudian meneruskan gelak tawanya, ketika disebut…

Neraka,
dengan segala kengeriannya yang tak bisa dibayangkan

Setan,
dengan segala kemampuan canggih ‘flirting’nya

 

Aku
tak ingin menuding siapa mereka,

Tak
berani lebih tepatnya,

Karena…

Bukankah
aku sendiri bisa masuk dalam ‘mereka’?

 

Tuhanku
yang tak pernah berhenti memberi keajaiban….

Jika
makhlukMu yang hina ini boleh memohon,

Tolong
Tuhan…Lindungi ayah, Ibu, keluargaku, teman-temanku, semua umatMu di dunia,
dan…jangan lupa Lindungi aku ya…aku mohon dengan setulusnya, Tuhanku sayang…

 

v0Lume #3

Tuesday, August 1st, 2006

v0LumE; #3

hari ini hari jumat

ini hari jumat malam

pernahkah kau merasa hatimu begitu bebas,

hingga tak peduli pada apapun yang terjadi?

Pernahkah kau merasa otakmu begitu kosong,

Hingga apapun yang kau lihat tak pernah kau pedulikan?

Pernahkah kau merasakan aliran darahmu begitu tenang,

Hingga kau menarik nafas pun dengan teramat lembut?

Hm,

Ini hari hari jumat

Hari ini juma malam

Entah mengapa,

Semuanya lain.

Hingga aku bisa-bisanya tertawa

pada orang yang tak kukenal sekalipun [hehe]

hingga aku bisa-bisanya terus bernyanyi

seenaknya tanpa peduli pada apapun [haha]

hingga aku bisa-bisanya membeli kopi-kopi beragam rasa,

latte,cappuccino,crème,original,moccacino,dan banyak lagi

tanpa peduli kafein yang terus kutimbun [hah!buat apa peduli?]

hingga aku saking [kumat]gilanya,

sengaja nostalgia dengan semua film-filmnya Tom Hanks

berjam-jam di depan tv,memutar CD demi CD,

dan tetap saja, Tom Hanks engga ada matinyaaaaa!!!

Hingga aku ingin sekali mencari-cari anak-anak kecil di pinggir jalan,

Sekedar mengajak ketawa atau paling banter bagi-bagi uang…

Yah, aku memang big fans-nya anak-anak kecil, entah apa yang Tuhan beri

Hingga mereka bisa begitu…

Lucunya,

Polosnya,

Pintarnya

Nakalnya [yang ini aku setuju sekali],

Jujurnya,

Kreatifnya,

Ingin tahunya,

Yah… children. Will always like it.

Jumat ini hari

Jumat malam hari ini

Aku sedang ingin melepaskan segala belitan yang diberiNya

Sedang ingin mengajakNya bercanda sekali-kali [ups ;)]

Sedang ingin menunjukkan padaNya bahwa ‘aku bisa juga sekuat ini’ [hehe]

Sedang ingin….b e b a s….

Buat Tuhan di gubugNya,

Aku hanya ingin mengadu,

Dan akan terus mengadu…hingga duniaku kembali

dari tiada menjadi ada dan akhirnya tiada lagi ;)

Dia kupanggil Tuhan atau lebih sering dengan Allah,

Dzat yang ada tapi tiada atas yang ada.

Dzat yang wujud tapi tidak wujud atas yang wujud.

Biarkan aku terus mengadu, ya?                                  

v0Lume #2

Tuesday, August 1st, 2006

v0LumE; #2
masih…
masih dengan kokohnya dinding hatiku!
Entah kenapa,
Setan-setan itu cepat sekali merasuki jiwaku,
Terus menerobos ruang di jiwaku yang aku saja,
sama sekali tak pernah sampai ke sana…
ada yang bilang, setan lebih pintar dari manusia,
ah, paling juga takhayul.
Tapi…
Kurasa benar juga takhayul konyol itu
Mereka menguasai jiwa kita yang kosong,
Menerobos relung hati yang tak terkira
Mengusik setiap kekhusyukanku untukMu
Bergelantungan di telinga yang setiap saat siap merayu Sang Lengah
Mengalir ke setiap sel bersama aliran darah
Setiap saat dengan semangat penuh kobaran api (aw, mudah sekali menciptakan api dari api, ya?)…..
……mendukung kejahatan yang baru saja terpikirkan!
Ini gila!
Ini mustahil!
Ini entah apa!
Apinya api tersulut!
Percikan demi percikan akhirnya harus berkobar!
Siapa yang masih menolak?
Ugh, masih ada ya, yang berani melawan?
Hebat sekali, aku jadi ingin tahu
Dan aku mencoba mencari tahu,
Setiap detik,
Setiap hari,
Aku tunggu di depan rumah tapi tak juga muncul,
“Pengecut!” batinku,
Dan aku terus memaki,
Puas sekali,
Apa kataku, tak ada yang bisa melawan dia!
Dan hhh…,
Dia datang,
Di depan rumahmu? Bukan!
Di depan jendela dan mengetuk? Tidak!
Di belakang rumah sambil mengendap ketakutan? Huh, Apalagi itu!
Di….mobil?dapur?kamar?ruang kerja?masjid?depan TV?
Diam kau! Cukup!
Dia diSINI!!!
Dia disiniiiiiiiiiiiiiii…..!!!!
Jangan buatku makin tersayat!
Cukup sampai disini!
Dia meraung disini,
Berontak,
Mencabik-cabik jiwaku,
‘Mata’nya menatap nanar dan selalu merah bara,
Ya Tuhan, dia benar-benar menyengat!
dan aku [sampai sekarang]
belum juga berani….
Mengeluarkannya….
Biarkan aku bertahan…..dalam ketakutan….
Teruslah meraung….aku belum bisa mengeluarkanmu….                  

 

buatTuhan,aKuMengaDu…

Tuesday, August 1st, 2006

Buat Tuhan di ‘GubugNya’,
Aku hanya ingin mengadu…

v0LumE; #1
Tuhanku sayang…
Boleh aku mengeluh?
Ok, tidak boleh.
Tapi tidak adil! Seharusnya aku juga boleh mengeluh,
Boleh mengadu,
Boleh teriak,
Hingga serak!
Buntu!
Hampa!
Konyol!
Seret!
Ada apa ini?
Takdir? Ok.
Nasib? Mungkin.
Salahku? Tidak juga.
SalahMu? Bagaimana bisa ya?!
Lalu?
mmm…mungkinkah ada orang ke-3?
Siapa?
Tak tahu!
Bisa Jibril, ah terlalu muluk!
Bisa Muhammad, hush! Dia Yang Dimuliakan-Nya, inget!
Hhh…
Entahlah…
Aku piker ini saatnya aku harus selalu pasrah Pada-MU
Buat apa menyesali,
Buat apa menyalahkan,
Buat apa terus mengadu tanpa berbuat,
Dan pikirkan betapa waktu lebih menguntungkan untuk
Merenungi kepala sampai kaki, otak hingga hati,
Membuat orang lain tersenyum karena kita,
Memperbaiki kesalahan yang tak pernah berujung
Tapi….
Aku tetap manusia, Tuhan!
Yang penuh ego,emosi,noda,dosa,amarah,setan!
Aku bukan malaikat yang begitu tunduk padaMU
Bukan juga nabi yang KAU mulyakan sifatnya
Bukan juga KAU…
Aku segumpal tanah,darah,air,dan semua yang KAU campur aduk
Ok, KAU sudah tahu itu.
Jadi kenapa?
Kenapa masih mengharap kebaikan dari makhluk sejenis diriku ini?
Kenapa juga aku harus jadi makhluq paling sempurna?
Kenapa bukan makhluq paling bodoh saja,
Hingga tanggunganku tidak berat!
Ini…belum bisa kumengerti…
Jadi jangan salahkan aku, Tuhan!
Biarkan aku terus mengadu, terus!
Karena dari situ aku tahu,
Banyak sekali yang tidak bisa aku terima
Dan banyak sekali yang tidak bisa aku syukuri,
Biarkan aku terus mengadu,
Hingga runtuh dinding pemberontakanku,
Hingga runtuh kekerasan hatiku yang tak pernah bisa merasa dengan benar!
Dan biarkan aku terus mengadu,
Hingga kemudian….aku akan bersyukur dengan tulus, nikmatnya…
sekarang aku hanya bisa membayangkan, bagaimana jika aku bersyukur nantinya
Biarkan aku mengadu, hingga kemudian aku akan bersyukur! (maafkan aku, Tuhan…)