Archive for October, 2006

no matter, just believe.

Thursday, October 19th, 2006

Kemudian
dunia tercipta dengan segala keteraturan yang dikehendakiNya, takdir
yang akan memegang kendali besar sekali di sini. Lagi-lagi pertanyaan
subjektif, ‘kalian percaya takdir?’ tidak perlu dijawab lah,
cukup dibatin saja^_^

Sekarang
begini, misalkan saja takdir itu semacam novel yang sudah
dirampungkan Tuhan untuk setiap makhlukNya. Mau happy end/sad ending,
whatever! Mau jadi antagonis, protagonist, whatever! Mau halamannya
tebel atau pendek, whatever! Eh? Jadi kita ngga punya kuasa apa-apa
nih? Ini kehidupan kita loh..masa engga bias dibikin sesuai yang kita
pengen sih? Happy ending lah, protagonist dunk, tebel aja deh biar
umur panjang, gimana?

Hei
hei…kalau ini pasar boleh lah kalian pake tawar menawar. Sayangnya
ini anggap saja supermarket. Mau nawar? Diketawain kasir baru bener…


Jadi
kita tokoh utama, mungkin ada yang jadi antagonis di novel kita (tapi
dia pasti juga jadi tokoh utama di novel dia karena kita kan punya
novel sendiri-sendiri..)

Eh,
novel ini terbitnya bareng-bareng ya? Mm…kurang tahu tepatnya. Tapi
paling tidak Penulis (maap kalau ga sopan ya Tuhan…^_^) engga
membutuhkan waktu yang lamaaaa banget untuk ngrampungin karya ini.
Engga seperti Fira Basuki, Ayu Utami, Dee, Chairil Anwar, Kahlil
Gibran, Donni Dhirgantoro, Tere-Liye, Stephen R.Covey, JK Rowling,
dkk. Yang butuh waktu untuk menuangkan idenya, brainstorm process.
Sedang Tuhan? Entah mengenal waktu atau tidak, sudahlah, ini jelas
proses yang amat sangat berbeda.

Hasilnya
juga engga seperti Supernova, Harry Potter, La Tahzan, Blink,
Sayap-sayap Patah, 5cm, dkk. Mungkin engga happy end…tapi apa baik
buruk novel dinilai dari happy ending/sad end?

Tapi
btw, masa ada yang dapet sad end, happy end…kayaknya
kok…pilih-pilih yah? Hehe..engga gitu! Pertama, buruk menurut kita
belum tentu buruk menurut Tuhan dan sebaliknya. Terkadang kita tak
pernah mengerti apa yang diselipkan Tuhan di setiap bagian dari novel
kita. Terkadang kita merasa telah mengerti namun apa kalian yakin
sepenuhnya yang kalian mengerti adalah benar menurut Tuhan?

Kedua,
pernah dengar kan, soal takdir yang tidak akan berubah jika kita
tidak merubahnya? Nah, kalau kita dalam klimaks yang membuat kita
benar-benar jatuh sedangkan kita tak pernah berusaha merangkak untuk
meraih penyelesaiannya, then sad ending…Mmm…pantas ngga sih
nyalahin Tuhan suka pilih-pilih?

Novel
kalian itu udah dijatah sesuai kehendakNya, hak perogratif, ok. Tapi
jangan terus berpikir, Tuhan terlalu berkuasa, tidak adil, dsb.
Karena jangan lupa ya…di samping hak perogratifNya bersanding
kebijaksanan yang teramat tinggi, yep, Dia Yang Maha Bijaksana.

Tapi…ini
kan bagian takdir..? tadi katanya Dia yang bikin novel ini sampai
akhir. Berarti proses perubahan yang ingin kita lakukan untuk
menghadapi klimaks tadi juga ditulis di novel kita kan? Mmm…mungkin
iya. Nah, kalau begitu…buat apa sih kita HIDUP? Toh semua sudah
ditulis di novel tadi. Kita cuman boneka yah? Yang memainkan novel
tadi? Visualisasi dari tulisan? Oh..novelnya di-film-kan ya? Sapa
yang nonton? Tuhan? Malaikat?

Tenang…stay
cool bro…^_^

Well,
First, kalian sudah sadar kan, kalau kedudukan kita sebagai Hamba itu
tidak bias diganggu gugat. Nothing/no one can make us
not-free…kecuali TUHAN. Tetapi jangan samakan ini dengan kebebasan
pada umumnya. Perbudakan makhluk terhadap Sang Khaliq adalah siklus
yang sangat indah..nothing’s like this. Then, balik lagi ke tadi,
apa kita sudah tahu ending dari novel kita? Terkadang memang Tuhan
kasih bonus lewat mimpi-mimpi, indera ke-6,7,8,dst. Tapi tak ada yang
tahu novel itu dengan sempurna sebagaimana Tuhan mengetahuinya. Jadi
kalau kita diam saja, berpikir bahwa semua sudah dirampungkan di
novel kita, tiada guna bekerja, tak ada yang bisa berubah…hello…u’re
in da wrong way!!! Ketidaktahuan…justru karena ketidaktahuan itu
kita bekerja. Jika Dia menghendaki novel kita berakhir happy end…kita
pun tak pernah tahu sebelum kita jalani novel itu kan? It’s
Life…dan takdir akan berjalan sebagaimana mestinya. Masalah bisa
berubah atau tidak itu hak perogratif…wallahua’lam. Hm, yep,
ketidaktahuan.

Coba
kalau kita sudah tahu akhir cerita kita…yahh…engga seru dunk
bro!!^_^ simpelnya, misal kita dah tahu bakal punya jodoh si ini,
kerja di sini, jadi orang kaya/miskin, punya anak segini, bakal dapet
bencana tanggal segini, engga lolos seleksi lomba ini, dimarahin guru
jam sekian, bahkan…meninggal hari sekian, nah loh…!!! Ribet ga
tuh?! Hm, ya, lagi-lagi thanks to ketidaktahuan^_^

Jadi
maksud Tuhan baik sekali merahasiakan segalanya…dan itu bukti lagi
kalau Tuhan baik banget kan..

Mungkin
kita ga pernah tahu akhir cerita kita. Mungkin kita ga pernah tahu
tujuan Tuhan menvisualisasikan novelNya. Mungkin kita ga perlu mikir
kalau kita cuman boneka yang dimainin Tuhan (apalagi ini!). mungkin
kita ga perlu berontak menentang takdir. Mungkin kita ga perlu
bertanya-tanya, untuk apa kita hidup. Mungkin kita ga perlu kelamaan
mikir, bro! Mungkin kita ga perlu terlalu mencari tahu, karena kita
berdiri atas nama ketidaktahuan.

Yea…because
you may just believe…just…believe… :)

Just
believe and it’s over??? Yep.

Adakah
alasan yang lebih baik dalam : mencintai, mendukung, menguatkan,
bahkan mengimani dibanding ‘just believe’?  tell me…

Sekarang,
yang musti kita lakuin, again get up!!! Never stop get up…

Get
up to work, study, pray, get up to walk around the world…

And
it’s still just a game, till u can read…GAME OVER!

[hanya
sedikit opini tentang takdir dari sekian banyak pemikiran yang tak
bisa berhenti. Peace…:) ]

eh?

Saturday, October 14th, 2006

Eh, Pernah merasa tidak bahagia? Pernah berpikir tidak bahagia?

Ada apa dengan merasa dan berpikir? Ada apa dengan bahagia dan tidak bahagia?

Entahlah,

Yang aku tahu,

Ketika kita berpikir tidak bahagia, Itu adalah pemikiran bodoh,

Gimana engga,

Buat apa kalian memikirkan hal sedemikian bodohnya

Di antara luasnya kesempatan berpikir kalian?

Buat apa meluangkan otak kalian untuk bertanya,

Bahagiakah diriku?”

Yang aku tahu,

Ketika kita merasa tidak bahagia, Hati kita sedang terserang penyakit,

Berarti musti diobatin ya?

Mm… Ya iyalah! Kalau engga diobatin ntar sakitnya +parah…

Kita benar-benar sakit dong? Kita benar-benar lagi engga enak dong?

Jadi kita benar-benar tidak bahagia dong?

Nah…

Itulah bedanya : )

Pernah merasa tidak bahagia? Pernah berpikir tidak bahagia?

Ada apa dengan merasa dan berpikir? Ada apa dengan bahagia dan tidak bahagia?

Entahlah,

Yang aku tahu, Untuk menghentikannya,

Kita harus terus bekerja, bagun ah Bro!! Ini sudah siang sekali!

Jangan lagi merasa tidak bahagia! (Ini sia-sia)

Jangan lagi berpikir tidak bahagia! (Ini lebih bodoh)

Hey…Bangun Bro!!!

Jangan berikan kesempatan otakmu untuk menanyakannya,

Jangan berikan kesempatan hatimu untuk merasakannya,

Enyahkan tidak bahagia dan bahagialah : )

Bekerjalah dan jangan pernah terlalu lama berpikir dan merasa

Bekerjalah,

Dan pikiranmu akan jernih kembali

Dan hatimu akan sehat kembali

Bangun,

Masih banyak yang harus kamu kerjakan hari ini!

Apa kalian sekarang sudah berpikir dan merasa bahagia?

Ups, lagi-lagi pertanyaan bodoh :P

cHampion!

Tuesday, October 10th, 2006

…..We are the champions…. ma friends
And we’ll keep on fighting till the end
We are the champions
We are the champions
No time for losers
‘Cause we are the champions of the world….    
–(Queen)–

Hm, yes…we’re The Champions!!!

Engga peduli udah berapa kali kamu jatuh

Dunia lebih peduli berapa kali kamu bisa berdiri lagi…

Engga peduli udah berapa kali kamu (lagi-lagi) melakukan’nya’

Mereka lebih peduli berapa kali kamu (akhirnya) bisa meninggalkan’nya’

Engga peduli…sudah keberapa kalinya kamu….

Kalah…

Takut….

Menyerah…

Atau apalah semua hal yang kiranya membuatmu lemah…

Engga peduli!

Dan tak ingin tahu!

Cause we’re The Champions, ma friends!!!

Not The Losers anymore!!!

I wanna be a champions forever,

Keep my soul on fire,

And you?

ah ya, be a champion of Ramadhan, Bro!!!

Not The Looser anymore :)