The Fighter
Friday, November 17th, 2006Banyak film yang mengisahkan tentang perjuangan seseorang melawan hukum, ah bukan, menegakkan keadilan dengan hukum tepatnya.
Poin yang harusnya digaris bawahi itu…biasanya tertulis BASED ON A TRUE STORY. Hm, tidakkah itu cukup menarik?
North Country, tentang perempuan yang dilecehkan oleh kaum lelaki di tempat kerjanya, penambangan. Kerasnya pelecehan membuat dia tidak tahan dan kemudian menggerakkan nuraninya untuk bangkit. Menyuarakan jeritan hatinya yang begitu sakit. Sementara itu, perjuangannya di meja hijau tidak semulus yang diharapkan. Tanpa dukungan, tanpa banyak bukti dan saksi yang mau berkata sejujurnya [hei..padahal mereka sedang disumpah atas nama Tuhan! Entah siapa Tuhan mereka sebenarnya, kepada siapa mereka takut sebenarnya.]
Erin Brokovich, wanita tangguh dan memiliki jiwa yang kuat sekali. Memperjuangkan keadilan untuk orang lain yang berada pada pihak yang dirugikan, tidakkan itu perbuatan mulia? Hampir belasan tahun dia melakukannya. Tanpa sedikitpun terlintas kata MENYERAH. Hm, so taft!
The Bonfire of the Vanities,
Haha…cukup membuat tertawa juga. Tapi ada satu yang aku suka di kisah pengadilan ini,
Ketika ayah si tom hanks[nama di filmnya siapa ya, lupa.] yang idealis mengijinkannya untuk berbohong. Kurang lebih begini,
‘aku selalu berusaha jujur dalam keadaan apapun karena aku percaya kebenaran…….
Tetapi jika berbohong adalah satu2nya yang bias menyelamatkanmu saat ini, maka berbohonglah.’
[nonton deh, sulit dijelasin, hehe:D]
Philadelphia.
Hm,
Hmm..
Hmmm…,,
Pertama yang membuatku tertarik, Tom Hanks is the star:)
Second, Denzel Washington juga dapet peran penting:)
3rd, It’s about someone, who never feel like he have an AIDS.
Ingat adegan waktu Andrew[tom hanks]di perpustakaan, mencari referensi hukum tentang AIDS dan diskriminasi, asal tahu, penampilan Andrew cukup menarik perhatian terlebih buku yang mengelilinginya semua tentang AIDS, apa yang kamu pikirkan jika ada di sebelahnya saat itu? Yea…orang ini terserang virus HIV. Penjaga perpusnya kira-kira berkata begini,
‘Ada ruangan khusus untuk membaca.’ Andrew tak bereaksi.
‘Aku yakin kamu tidak nyaman di sini, ada ruangan khusus jika mau.’
‘Mm…tidak. Aku nyaman. Kenapa? Kamu tidak nyaman aku ada di sini?’ hampir semua pengunjung yang berada di situ menatap Andrew lama.
‘Mm…Baiklah.’ Penjaga perpustakaan tadi. diikuti dengan menyingkirnya seorang pengunjung yang kebetulan sedang membaca di depannya. Kemudian si Denzel Washington datang…dan…[nonton ndiri lanjutannya:D]
Itu salah satu bentuk diskriminasi yang didapat Andrew.
Parahnya, kasusnya di sini dia disabotase oleh perusahaan firma tempat dia bekerja yang menuduhnya menghilangkan file kemudian dengan alasan itu memecatnya [padahal tidak lain itu hanya tuduhan karena sebab utamanya mereka memecat Andrew is because…yeap, AIDS.]
Dan kisahnya mengalir, dia ingin menegakkan keadilan sebelum Tuhan mengakhiri hidupnya. Hm, dia belum mau pasrah, belum saatnya!
Bagian paling bikin aku engga tega pas Andrew disuruh membuka bajunya di pengadilan untuk menunjukkan luka karena penyakitnya di daerah perut dan dadanya dan harus menjawab pertanyaan Joe Miller[denzel],
‘Kau bisa melihat lukamu di cermin ini?’
‘Ya, aku bisa.’
Hm, a genius Joe Miller! [why?tonton ndiri filmnya:P]
Ingat waktu Andrew akhirnya jatuh di pengadilan?
Itu belum berakhir.
Aku yakin di hatinya masih ada perjuangan yang ingin dia tegakkan. Sayangnya, Tuhan sudah ingin dia segera berhenti. Aku tidak bilang Tuhan tidak adil.
Oh ya, lupa. Something important, He is a guy.
Then, semuanya mengalir sebagaimana takdir harus berjalan.
Akhirnya dia meninggal.
Dan tak ada yang bias melupakan Andrew yang hebat.
‘He is a fighter!’ –pengakuan si Joe Miller untuk Andrew.
So guys,
Mereka yang tetap berdiri meski hukum seringkali berpihak pada ‘who have the great money’ akan tetapi mereka tetap berjuang. Belum mau menyerah pada keputusan Tuhan. Dia ingin mencoba mempertahankan keberadaannya. keEXISan jiwanya, dia ingin membuktikannya, bahwa dia masih MANUSIA yang sebenar-BENARnya!
Jadi mengapa tidak kau perjuangkan hidupmu?
Meskipun dengan kau pertaruhkan nyawamu…
Kita harus mulai belajar dari The Fighters yang pernah ada.
Freedom! Forever! ![]()
BTW: hukum di Indonesia lemah banget! Mereka mati suri tapi tak pernah hidup lagi. Sementara sang optimis selalu berharap mereka akan hidup kembali, menunggu…