blood diamond
Aku memang tidak bisa menangis, ah-
sulit sekali rasanya menuntun air mataku untuk mengeluarkannya [jadi
teringat si cewek dalam film The Holiday yang tak pernah menangis sejak
usianya 11 tahun, wow!],
aku ingat terakhir kali aku mengeluarkannya satu
tahun yang lalu ketika dia harus kembali pada-Nya, saat itu…entah kenapa
mudah sekali mataku mengeluarkannya, bersama mereka, ya…14 orang lagi yang
sama-sama merasakan perihnya kehilangan orang yang telah bekerja bersama selama
setahun di kelas dua SMA.
Ya, itulah terakhir kali aku m-e-n-a-n-g-i-s…
Tetapi malam ini selepas menonton Blood
Diamond, hampir saja aku menangis! Coba skenarionya lebih diperpanjang,
mungkin aku telah mengeluarkannya dari mataku
Mungkin sebagian dari kalian yang telah
menonton film itu bertanya-tanya,
"Bagian mana Din, yang hampir bikin
kamu nangis?!"
Hehe, tapi itulah kenyataannya,
aku tak kuasa melihat anak-anak kecil
yang telah dicuci otaknya untuk menjadi prajurit RUF di afrika saat itu.
Aku heran betapa hebatnya kekuatan provokasi
tentara-tentara [brengsek] itu, atau mungkin betapa hebatnya kepolosan manusia
bernama anak-anak itu hingga semudah itu dibawa kesana-kemari tanpa banyak
memberontak!
Aku tak kuasa melihat Dia Vandy [nama
seorang anak] yang diajari menembak pada hari pertamanya di kamp gila itu,
bayangkan…seorang anak kecil diharuskan sudah berani menembak manusia utuh,
bukan lagi replica manusia seperti yang kita lihat di lapangan-lapangan tempat
latihan menembak. Bukan! Ini manusia asli! Sehingga betapa kagetnya anak itu
begitu membuka kain yang mengikat kedua matanya dan menampakkan wajah yang
penuh ketakutan tetapi datar demi melihat seorang tak berdosa yang harus
terkena tembakannya di latihan pertamanya.
God! Seorang anak lelaki berusia 9
tahun! Bukan lagi pistol mainan yang ada di tangannya!
dan betapa hebatnya para tentara ruf
dalam mencuci otak mereka itu hingga mereka sudah tak lagi mengenali dirinya
sendiri. bahkan ketika Solomon Vandy, ayah Dia Vandy, ingin
menyelamatkan putranya, sang putra justru menyebut-nyebut ayahnya pengkhianat,
dsb.
Mereka telah benar-benar mengotori kepolosan makhluk bernama
anak kecil ini yang memang ada di dunia untuk membuat kehidupan ini lebih cantik
Sungguh, siapapun kalian, jangan pernah
memperalat makhluk-makhluk suci itu, apakah kau tega menghapus kepolosan dan
keluguan di wajah mereka? tegakah kau…?
the big fan of kids,
dini yang lagi dengerin HOME-nya
BUBLE__^
July 21st, 2007 at 2:14 am
yeah…tau de..yg lg demen ma BUBLE^^ aQ akhir2 ini malah demen bgt ma avril^^
July 21st, 2007 at 2:23 am
kayaknya filmnya bagus, kok ga ditulis di kolom review aja? btw…yg about crita lu ama ade’lu mana??kok ga ada?
August 11th, 2007 at 10:31 pm
iya blood diamond emang keren! wah kalau ditulis di review mana cukup…dini mah kalau nulis review bawaannya pengennya nyeritain semuaaa every detail, hehehe^_^
btw idup bubleee!!!hehe